Dinsdag 21 Mei 2013

Hontou no Koi 01

Konnichiwa, minna-san. Genki desuka? selamat datang di post pertama saya, yah maklum, cerpen Jepang dulu lah. belum bisa nulis apa-apa disini, jadi gini dulu. Oke, douzo~, yonde kudasai.

Judul : Hontou no Koi ep. 01
Tokoh Utama : Himuro Kazuma
                        Saitou Kumiko
                        Hamano Tsubaki
                        the GazettE : AOI
Tema Cerita : Dorama, Love Story



Seorang anak laki-laki bernama Himuro Kazuma bergegas dari rumah yang baru satu tahun ini ia tempati, untuk pergi ke sekolah. Ini adalah hari pertamanya untuk mengikuti pelajaran di kelas 3 SMP ini. Dia menempati rumahnya di Saitama di tahun kedua ia sekolah SMP. Sebenarnya, sejak lahir ia menempati rumah itu, tetapi saat usianya 3 tahun, ia pindah bersama orang tuanya ke Sendai. Setelah beberapa tahun ia dipindahkan lagi ke Saitama karena masalah biaya.
            Ia berjalan menuju sekolah. Lalu ia memasuki ruang kelas yang telah ditentukan. Ternyata disana, Saitama Junior High School, dia berada di kelas 3 – B. Satu kelas dengan teman dekatnya di 2 – C, yaitu Morimoto Hyoga, dan Hamano Tsubaki. Dia lalu mengubek-ngubek isi sekolah dan sampailah dia di kelas 3 – B. Disana ia tak menemui sosok yang dikenalnya, kecuali untuk kawan-kawannya di 2 – C dulu. Beberapa saat kemudian, dia menemui sosok yang dikenalnya, yaitu Kurakashi Tomo. Satu-satunya orang yang menarik perhatian Kazuma adalah Tsubaki, orang yang disukainya semenjak dia pindah ke Saitama Junior High School. Kemudian dia duduk tepat di samping kiri Tsubaki. “Halo, Tsu-chan,” sapa Kazuma. “Oh, hai, Kazuma-kun. Masuk kelas ini juga?,” tanya Tsubaki. “Iya, kebetulan, hehe,” kata Kazuma gugup.
Disamping kiri Kazuma, ada sosok wanita yang cukup cantik baginya bernama Saitou Kumiko. Dia terkenal pendiam dan tiba-tiba terkenal karena prestasinya. Di depannya juga ada wanita cantik bernama Fujimoto Aya. Dia memang terkenal karena kecantikan dan kepandaiannya, tapi ia tak sombong. Di belakangnya duduk seorang lelaki bernama Fukuda Atsushi yang belum Kazuma kenal selama di SJHS. Dan bel pun berbunyi, anak-anak telah duduk di tempatnya dengan rapi. Masuklah wali kelasnya, Shiroyama Yuu-sensei untuk perkenalan selama 30 menit. Yuu-sensei adalah guru musik muda yang menyenangkan. Dia biasa makan di kantin dengan empat guru lainnya, yaitu Matsumoto Takanori-sensei, yang mengajar musik dan pendiri klub vocal, Takashima Kouyou-sensei yang mengajar musik dan pendiri klub musik/band, Suzuki Akira-sensei yang pintar bermain bass dan juga sahabat dari Kouyou-sensei, dan Uke Yutaka-sensei yang sangat mahir bermain drum.
Perkenalan pun dimulai. “Namaku adalah Shiroyama Yuu, kalian bisa memanggilku Yuu-sensei. Aku adalah guru mata pelajaran musik, khususnya gitar. Teman-temanku bilang, aku bagus dalam bermusik, jadi aku memilih untuk jadi guru musik saja. Bagi yang baru bersekolah disini, aku jelaskan sedikit tentang sekolah ini. Saitama Junior High School, adalah sekolah yang mengenal kebebasan, baik itu berpakaian, bergaya rambut, maupun bersepatu. Jadi jangan heran jika anak-anak disini pada memberantakkan rambutnya,” jelasnya panjang kali lebar. “Kalau memang begitu, kenapa Yuu-sensei tidak menjadi pemusik saja?,” kata Kazuma. “Satu lagi, aku juga membentuk band yang cukup terkenal di Saitama ini, yaitu KUROGIRI,” katanya.
Setelah perkenalan, anak-anak dipersilahkan istirahat selama 15 menit. Dan seperti biasa, Yuu-sensei pergi ke kantin untuk minum kopi bersama empat sahabatnya itu. Sementara itu, Kazuma pergi ke kantin mengikuti teman-teman barunya. Dia sebenarnya masih merasa canggung karena dia masih baru disana dan dia belum mengenal satupun temannya, kecuali Hyoga dan Tomo. Mereka pun makan bareng di kantin, Kazuma memesan satu burger dan mengambil satu kaleng cola dari mesin minuman. Kazuma pun akhirnya berkenalan dengan semua teman laki-lakinya itu. Setelah makan bareng, mereka kembali ke kelas. Dan masih ada waktu 10 menit, Kazuma pun membuka ponsel dan menonton video tokusatsu. “Kau suka Tokusatsu?,” Tanya Atsushi. “Iya, kenapa?,” tanya Kazuma. “Aku minta kirimkan video itu, dong,” katanya. “Okay,” balas Kazuma. “Kau ada video anime baru tidak?,” tanya Yoshihiko, teman baru Kazuma. “Ada, mau kukirimkan?,” Kazuma balas menanya. “Okay,” kata Yoshihiko. Mereka pun saling bertukar video tokusatsu dan anime. Setelah itu, bel pun berbunyi, dan kebetulan pelajaran pertama adalah musik, dan saat itu Yuu-sensei tidak ada di tempat, jadi Takanori-senseilah yang menggantikannya. “Hari ini pelajaran musik, ‘kan?,” tanya Takanori-sensei. “Hai, Takanori-sensei. Tapi bukannya Yuu-sensei harusnya yang mengajari kami sekarang?,” tanya Kazuma. “Karena saat ini ia ada tugas keluar, jadi aku yang mengantikannya. Oke, kita buka pelajaran ini dengan menulis dasar-dasar musik,” kata Takanori-sensei.
Enam jam kemudian, mereka selesai dengan pelajaran hari ini (ditambah dengan ujian santai awal semester). Mereka pun pulang ke rumah masing-masing, seperti Kazuma yang pulang ke rumahnya. Di rumah, Kazuma pun makan siang dan tidur siang, dan seperti biasa, malam jam tujuh, dia berlatih dance dengan kakak sepupunya, Kurakawa Yusuke. “Gimana sekolahmu hari ini, Kazuma-kun?,” tanya Yusuke. “Seperti biasa, Yusuke. Selalu baik. Ayo kita latihan lagi,” kata Kazuma. “Okay,” balas Yusuke.
Besoknya, dia pergi ke sekolah, dan melihat madding di sekolah, tentang hasil ujian santai yang dia jalani kemarin bersama teman-temannya. Dia pun terkejut ketika melihat dirinya berada di lima besar di antara anak-anak Saitama Junior High School. “Yaay! Aku masuk lima besar!!” ucapnya girang. Dia pun melihat yang lainnya, yang juga masuk lima besar. Pertama, dia melihat nama Hamano Tsubaki di urutan ketiga. “Wow. Hebat juga yah dia,” katanya kagum. Dia pun berdecak kaget melihat nama seseorang yang selama ini ada di samping kirinya, yaitu Saitou Kumiko. “Wow! Anak sependiam itu bisa masuk lima besar! Peringkat dua lagi,” katanya.
Dia pun masuk ke dalam kelas. Dan dia pun member selamat kepada Tsubaki. “Selamat yah, Tsu-chan. Kamu hebat deh!” puji Kazuma. Dan tak lupa, ia juga memberi selamat kepada Kumiko yang juga mendapat lima besar, dan dia peringkat kedua. “emm… selamat yah, Kumiko. Kamu… hebat banget,” kata Kazuma. “Yah… makasih ya…” kata Kumiko. Tak seperti biasanya, Kazuma yang biasanya hanya gugup jika menghadapi Tsubaki, sekarang beralih menjadi sangat gugup saat berbicara empat mata dengan Kumiko. “Ya ampun. Perasaan apa ini?,” Kazuma membatin sambil memegangi dadanya yang sedang deg-degan, dan dia pun tak bisa melepaskan pandangannya dari Kumiko. Hanya ketika saat Yuu-sensei datang, Kazuma langsung mencabut pandangan, tepat saat ia tertangkap oleh Kumiko saat Kazuma memandanginya.
“Oke, anak-anak. Aku umumkan pada kalian, hasil ujian santai kemarin. Selamat untuk yang masuk posisi lima besar, yaitu: Himuro Kazuma, di peringkat lima, Hamano Tsubaki, di peringkat tiga, dan Saitou Kumiko di peringkat dua. Atas keberhasilan kalian, akan kuberikan hadiah kejutan. Yaitu… ini dia!!” seru Yuu-sensei.