Judul : Hontou no Koi ep. 01
Tokoh Utama : Himuro Kazuma
Saitou Kumiko
Hamano Tsubaki
the GazettE : AOI
Tema Cerita : Dorama, Love Story
Seorang
anak laki-laki bernama Himuro Kazuma bergegas dari rumah yang baru satu tahun
ini ia tempati, untuk pergi ke sekolah. Ini adalah hari pertamanya untuk
mengikuti pelajaran di kelas 3 SMP ini. Dia menempati rumahnya di Saitama di tahun
kedua ia sekolah SMP. Sebenarnya, sejak lahir ia menempati rumah itu, tetapi
saat usianya 3 tahun, ia pindah bersama orang tuanya ke Sendai. Setelah
beberapa tahun ia dipindahkan lagi ke Saitama karena masalah biaya.
Ia berjalan menuju sekolah. Lalu ia
memasuki ruang kelas yang telah ditentukan. Ternyata disana, Saitama Junior
High School, dia berada di kelas 3 – B. Satu kelas dengan teman dekatnya di 2 –
C, yaitu Morimoto Hyoga, dan Hamano Tsubaki. Dia lalu mengubek-ngubek isi
sekolah dan sampailah dia di kelas 3 – B. Disana ia tak menemui sosok yang
dikenalnya, kecuali untuk kawan-kawannya di 2 – C dulu. Beberapa saat kemudian,
dia menemui sosok yang dikenalnya, yaitu Kurakashi Tomo. Satu-satunya orang
yang menarik perhatian Kazuma adalah Tsubaki, orang yang disukainya semenjak
dia pindah ke Saitama Junior High School. Kemudian dia duduk tepat di samping
kiri Tsubaki. “Halo, Tsu-chan,” sapa Kazuma. “Oh, hai, Kazuma-kun. Masuk kelas
ini juga?,” tanya Tsubaki. “Iya, kebetulan, hehe,” kata Kazuma gugup.
Disamping kiri Kazuma, ada sosok wanita
yang cukup cantik baginya bernama Saitou Kumiko. Dia terkenal pendiam dan
tiba-tiba terkenal karena prestasinya. Di depannya juga ada wanita cantik
bernama Fujimoto Aya. Dia memang terkenal karena kecantikan dan kepandaiannya,
tapi ia tak sombong. Di belakangnya duduk seorang lelaki bernama Fukuda Atsushi
yang belum Kazuma kenal selama di SJHS. Dan bel pun berbunyi, anak-anak telah
duduk di tempatnya dengan rapi. Masuklah wali kelasnya, Shiroyama Yuu-sensei
untuk perkenalan selama 30 menit. Yuu-sensei adalah guru musik muda yang
menyenangkan. Dia biasa makan di kantin dengan empat guru lainnya, yaitu
Matsumoto Takanori-sensei, yang mengajar musik dan pendiri klub vocal,
Takashima Kouyou-sensei yang mengajar musik dan pendiri klub musik/band, Suzuki
Akira-sensei yang pintar bermain bass dan juga sahabat dari Kouyou-sensei, dan
Uke Yutaka-sensei yang sangat mahir bermain drum.
Perkenalan pun dimulai. “Namaku adalah
Shiroyama Yuu, kalian bisa memanggilku Yuu-sensei. Aku adalah guru mata
pelajaran musik, khususnya gitar. Teman-temanku bilang, aku bagus dalam
bermusik, jadi aku memilih untuk jadi guru musik saja. Bagi yang baru
bersekolah disini, aku jelaskan sedikit tentang sekolah ini. Saitama Junior
High School, adalah sekolah yang mengenal kebebasan, baik itu berpakaian,
bergaya rambut, maupun bersepatu. Jadi jangan heran jika anak-anak disini pada
memberantakkan rambutnya,” jelasnya panjang kali lebar. “Kalau memang begitu,
kenapa Yuu-sensei tidak menjadi pemusik saja?,” kata Kazuma. “Satu lagi, aku
juga membentuk band yang cukup terkenal di Saitama ini, yaitu KUROGIRI,”
katanya.
Setelah perkenalan, anak-anak
dipersilahkan istirahat selama 15 menit. Dan seperti biasa, Yuu-sensei pergi ke
kantin untuk minum kopi bersama empat sahabatnya itu. Sementara itu, Kazuma
pergi ke kantin mengikuti teman-teman barunya. Dia sebenarnya masih merasa
canggung karena dia masih baru disana dan dia belum mengenal satupun temannya,
kecuali Hyoga dan Tomo. Mereka pun makan bareng di kantin, Kazuma memesan satu
burger dan mengambil satu kaleng cola dari mesin minuman. Kazuma pun akhirnya
berkenalan dengan semua teman laki-lakinya itu. Setelah makan bareng, mereka
kembali ke kelas. Dan masih ada waktu 10 menit, Kazuma pun membuka ponsel dan menonton
video tokusatsu. “Kau suka Tokusatsu?,” Tanya Atsushi. “Iya, kenapa?,” tanya
Kazuma. “Aku minta kirimkan video itu, dong,” katanya. “Okay,” balas Kazuma.
“Kau ada video anime baru tidak?,” tanya Yoshihiko, teman baru Kazuma. “Ada,
mau kukirimkan?,” Kazuma balas menanya. “Okay,” kata Yoshihiko. Mereka pun
saling bertukar video tokusatsu dan anime. Setelah itu, bel pun berbunyi, dan
kebetulan pelajaran pertama adalah musik, dan saat itu Yuu-sensei tidak ada di
tempat, jadi Takanori-senseilah yang menggantikannya. “Hari ini pelajaran
musik, ‘kan?,” tanya Takanori-sensei. “Hai, Takanori-sensei. Tapi bukannya
Yuu-sensei harusnya yang mengajari kami sekarang?,” tanya Kazuma. “Karena saat
ini ia ada tugas keluar, jadi aku yang mengantikannya. Oke, kita buka pelajaran
ini dengan menulis dasar-dasar musik,” kata Takanori-sensei.
Enam jam kemudian, mereka selesai
dengan pelajaran hari ini (ditambah dengan ujian santai awal semester). Mereka
pun pulang ke rumah masing-masing, seperti Kazuma yang pulang ke rumahnya. Di
rumah, Kazuma pun makan siang dan tidur siang, dan seperti biasa, malam jam
tujuh, dia berlatih dance dengan kakak sepupunya, Kurakawa Yusuke. “Gimana
sekolahmu hari ini, Kazuma-kun?,” tanya Yusuke. “Seperti biasa, Yusuke. Selalu
baik. Ayo kita latihan lagi,” kata Kazuma. “Okay,” balas Yusuke.
Besoknya, dia pergi ke sekolah, dan
melihat madding di sekolah, tentang hasil ujian santai yang dia jalani kemarin
bersama teman-temannya. Dia pun terkejut ketika melihat dirinya berada di lima
besar di antara anak-anak Saitama Junior High School. “Yaay! Aku masuk lima
besar!!” ucapnya girang. Dia pun melihat yang lainnya, yang juga masuk lima
besar. Pertama, dia melihat nama Hamano Tsubaki di urutan ketiga. “Wow. Hebat
juga yah dia,” katanya kagum. Dia pun berdecak kaget melihat nama seseorang
yang selama ini ada di samping kirinya, yaitu Saitou Kumiko. “Wow! Anak
sependiam itu bisa masuk lima besar! Peringkat dua lagi,” katanya.
Dia pun masuk ke dalam kelas. Dan dia
pun member selamat kepada Tsubaki. “Selamat yah, Tsu-chan. Kamu hebat deh!”
puji Kazuma. Dan tak lupa, ia juga memberi selamat kepada Kumiko yang juga
mendapat lima besar, dan dia peringkat kedua. “emm… selamat yah, Kumiko. Kamu…
hebat banget,” kata Kazuma. “Yah… makasih ya…” kata Kumiko. Tak seperti
biasanya, Kazuma yang biasanya hanya gugup jika menghadapi Tsubaki, sekarang
beralih menjadi sangat gugup saat berbicara empat mata dengan Kumiko. “Ya
ampun. Perasaan apa ini?,” Kazuma membatin sambil memegangi dadanya yang sedang
deg-degan, dan dia pun tak bisa melepaskan pandangannya dari Kumiko. Hanya
ketika saat Yuu-sensei datang, Kazuma langsung mencabut pandangan, tepat saat
ia tertangkap oleh Kumiko saat Kazuma memandanginya.
“Oke, anak-anak. Aku umumkan pada
kalian, hasil ujian santai kemarin. Selamat untuk yang masuk posisi lima besar,
yaitu: Himuro Kazuma, di peringkat lima, Hamano Tsubaki, di peringkat tiga, dan
Saitou Kumiko di peringkat dua. Atas keberhasilan kalian, akan kuberikan hadiah
kejutan. Yaitu… ini dia!!” seru Yuu-sensei.